Blog Archive
Profile
Blog Archive
Plurk
YM
chatting
Welcome
Terima Kasih Anda Sudah Mampir
MENCEGAH VIRUS
MEMINIMALISIR SERANGAN VIRUS
Meminimalisir Serangan Virus
1. Tampilkan Ekstensi File
Fakta 1:
Rata-rata pengguna awam terkena virus karena tidak menampilkan ekstensi file, sehingga menjadi lebih sulit membedakan apakah file tersebut virus atau file asli. Semakin sulit apabila iconnya adalah folder.
Solusi:
Perlihatkan ekstensi file dengan cara: buka Explorer-Tools-Folder Options, di tab View, hilangkan check pada “Hide Extensions for Known Files Types”. Kemudian lihatlah, sekarang di explorer, file kita menampilkan ekstensi, kecuali folder. Namun pada virus umumnya, ekstensi yang digunakan biasanya .exe atau .scr, maka ketika kita melihat sebuah folder atau file dokumen word dengan ekstensi .exe atau .scr, bisa langsung disikat aja, karena itu virus.
2. Ubah Icon File
Fakta 2:
Rata-rata virus menggunakan icon folder, dokumen Microsoft Word, Excel, dan biasanya menduplikat icon file berekstensi .rtf. Kalau seandainya virus menduplikasi dirinya kemudian menggunakan icon standar ekstensi .doc (icon dokumen MS Word), terkadang kita tertipu. Dan terkadang kita mengeksekusi file tersebut, karena kita tidak bisa membedakan yang mana virus dan dokumen asli. Dan memang itulah tujuan dari VMI.
Solusi:
Merubah icon-icon folder, dokumen word, dan .rtf menjadi icon yang lain.
3. Manipulasi msvbvm60.dll
Fakta 3:
Banyak virus yang dibuat menggunakan Visual Basic.
Solusi :
Memanipulasi library ‘msvbvm60.dll’.
msvbvm60.dll adalah sebuah file library yang terletak di direktori C:WindowsSystem32 yang dibutuhkan aplikasi basis Visual Basic agar dapat berjalan. Di sini akan saya kasih cara yang cepat. Menggunakan Batch File Buka notepad.exe dan ketikkan : ren C:windowssystem32msvbvm60.dll nnnmsvbvm60.dll save dengan nama: “vbren.bat” dan disimpan di direktori “C:windows” jika sudah di simpan, buatlah satu lagi tapi isinya : ren C:windowssystem32 nnmsvbvm60.dll msvbvm60.dll lalu save dengan nama: “vbfix.bat” dan disimpan juga di direktori “C:windows”.
1. Tampilkan Ekstensi File
Fakta 1:
Rata-rata pengguna awam terkena virus karena tidak menampilkan ekstensi file, sehingga menjadi lebih sulit membedakan apakah file tersebut virus atau file asli. Semakin sulit apabila iconnya adalah folder.
Solusi:
Perlihatkan ekstensi file dengan cara: buka Explorer-Tools-Folder Options, di tab View, hilangkan check pada “Hide Extensions for Known Files Types”. Kemudian lihatlah, sekarang di explorer, file kita menampilkan ekstensi, kecuali folder. Namun pada virus umumnya, ekstensi yang digunakan biasanya .exe atau .scr, maka ketika kita melihat sebuah folder atau file dokumen word dengan ekstensi .exe atau .scr, bisa langsung disikat aja, karena itu virus.
2. Ubah Icon File
Fakta 2:
Rata-rata virus menggunakan icon folder, dokumen Microsoft Word, Excel, dan biasanya menduplikat icon file berekstensi .rtf. Kalau seandainya virus menduplikasi dirinya kemudian menggunakan icon standar ekstensi .doc (icon dokumen MS Word), terkadang kita tertipu. Dan terkadang kita mengeksekusi file tersebut, karena kita tidak bisa membedakan yang mana virus dan dokumen asli. Dan memang itulah tujuan dari VMI.
Solusi:
Merubah icon-icon folder, dokumen word, dan .rtf menjadi icon yang lain.
3. Manipulasi msvbvm60.dll
Fakta 3:
Banyak virus yang dibuat menggunakan Visual Basic.
Solusi :
Memanipulasi library ‘msvbvm60.dll’.
msvbvm60.dll adalah sebuah file library yang terletak di direktori C:WindowsSystem32 yang dibutuhkan aplikasi basis Visual Basic agar dapat berjalan. Di sini akan saya kasih cara yang cepat. Menggunakan Batch File Buka notepad.exe dan ketikkan : ren C:windowssystem32msvbvm60.dll nnnmsvbvm60.dll save dengan nama: “vbren.bat” dan disimpan di direktori “C:windows” jika sudah di simpan, buatlah satu lagi tapi isinya : ren C:windowssystem32 nnmsvbvm60.dll msvbvm60.dll lalu save dengan nama: “vbfix.bat” dan disimpan juga di direktori “C:windows”.
4. Matikan Autorun!
Fakta 4 :
Banyak virus yang dieksekusi otomatis akibat autorun. Banyak banget virus yang langsung dieksekusi melalui fitur autorun ketika kita memasukkan flashdisk atau CD ke komputer. Di flashdisk, ada sebuah file bernama autorun.inf, ketika kita memasukkan flashdisk, windows akan langsung mencari file ini, dan mengeksekusi file yang dimaksud. Misalnya saja dalam file autorun tersebut terdapat perintah mengeksekusi file msvb.vbs, yang ternyata adalah virus
Solusi :
Matikan Autorun. Ketika memasukkan UFD atau CD, tekan dan tahan tombol shift, kurang lebih 5-10 detik, maka autorun tidak berfungsi. Cara kedua, bisa juga melalui Group Policy Editor. Masuk ke run > gpedit.msc > User Configuration > Administrator Templates > System > Turn Off AutoplayKlik kanan > Properties > Enable. Maka nantinya fitur autoplay akan dimatikan.
Solusi :
Matikan Autorun. Ketika memasukkan UFD atau CD, tekan dan tahan tombol shift, kurang lebih 5-10 detik, maka autorun tidak berfungsi. Cara kedua, bisa juga melalui Group Policy Editor. Masuk ke run > gpedit.msc > User Configuration > Administrator Templates > System > Turn Off AutoplayKlik kanan > Properties > Enable. Maka nantinya fitur autoplay akan dimatikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar